Feromon pada Keringat Pria Meningkatkan Kerjasama antara Pria

Loading...

kerja sama pria

Sebuah studi baru menyoroti yin dan yang dari insting manusia – sekali waktu sangat kompetitif, sekali waktu sangat kooperatif.

Sebagai salah satu spesies yang lebih sosial di planet ini, manusia menjalin kompetisi dan kerjasama dalam interaksinya, dengan hormon yang mempromosikannya – oksitosin dan testosteron, diantaranya – mengalir secara simultan di seluruh tubuh.

Penelitian sebelumnya menetapkan bahwa oksitosin mempromosikan ikatan kelompok, mengalihkan agresi terhadap orang lain di luar kelompok. Sekarang, peneliti Finlandia yang menyelidiki feromon manusia mengatakan pria dipengaruhi oleh androstadienon, komponen kimia yang disekresikan melalui kelenjar keringat.

Hormon Feromon

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa hormon dapat berfungsi sebagai feromon manusia, bahan kimia udara yang dimaksudkan untuk menimbulkan nuasa respon pada individu lainnya.

Meskipun fenomena feromon sebagian besar belum terbukti dalam spesies manusia, studi menunjukkan bahwa androstadienon mengubah suasana hati, tingkat kortisol, dan mengaktifkan area otak yang terkait dengan kognisi sosial, mungkin menarik perhatian pada orang yang memancarkan.

Akan tetapi, bukti mengenai androstadienon sebagai feromon manusia masih kurang, terutama yang berkaitan dengan efek pada manusia.

READ:  Apakah Kita Benar-Benar Membutuhkan Suplemen dan Vitamin?

Peneliti dari University of Turku menggunakan teori permainan perilaku untuk menguji efek dari maksud feromon.

Pengukuran Kortisol Saliva dan Testosteron

Empat puluh pria dipaparkan hormon atau stimulus kontrol, kemudian memainkan permainan yang dimaksudkan untuk mengukur kerjasama dan kedermawanan.

Satu pemain akan mengusulkan cara untuk berbagi 10 Euro, dan yang lain akan menerima atau menolak. Selama percobaan, peneliti mengukur kortisol saliva dan testosteron, menemukan bahwa tingkat kortisol mengukur secara kasar perilaku kooperatif dari pria, seperti yang dilansir dari Medical Daily.

Rata-rata, pria yang terpapar androstadienon memberikan setengah Euro, atau 70 sen, lebih banyak per transaksi daripada kelompok kontrol, dan juga menerima penawaran lebih rendah dengan jumlah itu.

Ahli biologi evolusi Markus Rantala, yang memimpin penelitian, menyatakan terkejut mendapati bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi juga terbukti lebih murah hati.

Pria dengan kadar testosteron tinggi, di samping hormon pria lain yang mempromosikan kerjasama, mungkin telah memenangkan keberhasilan evolusi dengan membangun aliansi dengan orang lain, Rantala berspekulasi. “Rupanya perilaku seperti itu dianggap menarik oleh lawan jenis.”

READ:  9 Faktor yang Mengacaukan Hormon

Setelah menghitung variasi individu dalam testosteron, androstadienon dikaitkan dengan dorongan dalam perilaku kooperatif, para peneliti melaporkan dalam jurnal akses terbuka PLoS ONE.

“Studi kami adalah yang pertama untuk mengintegrasikan dua cabang yang berbeda dari penelitian: Penelitian feromon manusia dan penelitian tentang pengambilan keputusan perilaku,” tulis para peneliti.

“Dengan demikian, menghasilkan temuan baru dan, bisa dibilang, membuka kemungkinan baru yang menarik untuk penelitian masa depan.”

Penelitian ini menanyakan tentang hubungan antara androstadienon dan daya tarik seksual dan bagaimana kuantitas hormon dapat mempengaruhi efek ini.”

Dengan lebih banyak bukti untuk mendukung androstadienon sebagai feromon manusia, para ilmuwan mungkin lebih memahami hubungan antara stimulus hormonal dan respon perilaku sekunder yang tampak pada orang lain.

(foto: huffingtonpost.com)