Alasan Mengapa Wanita Aborsi

Loading...

AborsiAborsi

Aborsi merupakan proses penghentian kehamilan sebelum masuk ke proses kelahiran. Meskipun masih banyak perdebatan moral yang terjadi yang mengatakan bahwa aborsi tak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, masih banyak perempuan yang melakukan aborsi dengan berbagai alasan.

Simak terus artikel berikut untuk mengetahui hal apa sajakah yang umum dijadikan alasan wanita melakukan aborsi seperti yang dikutip dari OnlyMyHealth.

Aborsi Dengan Alasan Medis

Kadang-kadang kondisi dalam rahim wanita hamil yang tidak kondusif bagi perkembangan janin. Dan bila terjadi kasus seperti itu, kehamilan tersebut harus dibatalkan demi keselamatan calon Ibu.

Gangguan genetik yang diketahui akan sangat menyusahkan hidup calon bayi ketika lahir juga merupakan alasan mengapa banyak wanita memilih untuk aborsi. Gangguan ini dapat dikonfirmasikan (diketahui) dengan bantuan tes darah dan jika hasilnya mengatakan janin atau calon bayi tersebut ternyata mengalami gangguan genetik, maka proses aborsi bisa di lakukan.

Kadang-kadang, pertumbuhan janin mempersulit bahkan mengganggu kesehatan ibu yang beresiko kematian. Maka dalam kasus tersebut, wanita dapat memilih untuk aborsi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

READ:  Ingin Diet Sukses? Ikuti 9 Kebiasaan Ini

Jika seorang wanita menderita penyakit seperti penyakit jantung, AIDS atau gangguan seksual lainnya, ia dapat memilih untuk aborsi.

Aborsi Dengan Alasan Pribadi

Seorang wanita yang hamil akibat perkosaan, yang tidak ingin menanggung malu karena melahirkan anak di luar nikah atau tidak ingin mengingat masa lalu yang menyakitkan yang mengakibatkan lahirnya seorang anak.

Merasa kemampuan finansialnya tidak mampu untuk menghidupi anaknya kelak.

Wanita yang memiliki pasangan yang belum bersedia menjadi orang tua (belum siap memiliki anak) sehingga mengakibatkan rasa takut akan ditinggal oleh pasangan bila tetap melanjutkan kehamilan.

Paksaan orang tua dan kecaman sosial terhadap wanita yang hamil di luar nikah karena tidak ingin menanggung malu.

(photo: blogs.reuters.com)