3 Survival Kit Di Musim Hujan

Loading...

musim hujanMusim penghujan masih terus berlangsung. Biasanya pada saat seperti ini banyak yang terkena flu dan batuk.

Kalau tidak tertular melalui seorang rekan di kantor, atau anak yang terjangkit dari temannya di sekolah, bisa jadi Anda sendiri yang menularkan kepada orang lain akibat penurunan kekebalan tubuh atau imunitas.

Tiga nutrisi berikut ini dapat membantu mendongkrak imunitas Anda, sehingga Anda tetap sehat menjalani aktivitas sebagaimana biasanya walau di musim penghujan sekalipun.

Inilah dia tiga nutrisi untuk meningkatkan imunitas di musim penghujan, sebagaimana dilansir oleh EatingWell.com :

1. Penuhi asupan vitamin D Anda

Anda lebih berpeluang terbebas dari masalah kesehatan -mulai dari flu hingga kanker-,  jika tubuh Anda mendapatkan cukup vitamin D. Tubuh Anda secara alami membuat vitamin D dari sinar matahari.

Anda juga bisa mendapatkannya dari ikan berlemak, seperti salmon, dan susu yang diperkaya vitamin D meskipun dalam dosis lebih sedikit dibandingkan yang diproduksi tubuh melalui paparan sinar matahari.

Masalahnya adalah, pada musim penghujan teramat sulit mendapatkannya secara alami. Lantas bagaimana jika demikian?

READ:  Terserang Flu? Konsumsi 8 Jenis Makanan Ini

Penelitian baru American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa suplemen vitamin D juga berpengaruh dan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda.

Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 300 anak-anak di Jepang, mereka yang mengambil suplemen vitamin D harian (1.200 IU) 40 persen lebih kecil kemungkinan terkena virus flu pada umumnya dibandingkan anak-anak yang mengambil plasebo sebagai obyek penelitian.

Penelitian laboratorium tersebut menunjukkan bahwa gizi dapat membantu sel-sel kekebalan tubuh mengidentifikasi dan menghancurkan bakteri dan virus yang membuat kita sakit, sebagaimana dikatakan Adit Ginde, MD, MPH, seorang peneliti kesehatan masyarakat di University of Colorado School of Medicine, Denver, Amerika Serikat.

Usahakan memperoleh setidaknya 1.000 IU vitamin D setiap hari (konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengambil dosis lebih).

2. Dosis harian serat larut

Tikus yang mengkonsumsi makanan kaya serat larut selama enam minggu sembuh dari infeksi bakteri dalam setengah waktu lebih sedikit dari yang dibutuhkan tikus pengonsumsi makanan dengan serat campuran, demikian menurut sebuah studi baru-baru ini dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity.

READ:  Tips Memilih Tabir Surya dari Ahli Dermatologi

Serat larut, -banyak terkandung dalam buah jeruk, apel, wortel, kacang-kacangan dan gandum- membantu melawan peradangan, kata penulis utama jurnal tersebut Christina Sherry, Ph.D., RD, dari University of Michigan, Ann Arbor.

Serat tak larut, -yang terkandung pada gandum, biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau- tetap penting bagi kesehatan kita secara keseluruhan, namun tampaknya serat tersebut tak memiliki dampak yang sama pada imunitas.

Upayakan mengonsumsi 25 sampai 38 gram total serat setiap hari, ujar Sherry, dengan perhatian ekstra terhadap jenis serat larut.

3. Tetap Ramping

Orang dewasa dengan obesitas yang memotong asupan kalori harian mereka hingga hampir sepertiganya mengalami peningkatan 50 persen pada kekebalan tubuh, demikian menurut sebuah studi yang dijalankan selama enam bulan oleh Tufts University. (Mereka yang memangkas kalori hanya sebesar 10 persen memiliki perbaikan yang lebih kecil.)

Membatasi kalori dapat menurunkan kadar senyawa yang menekan respon kekebalan tubuh, kata Ahli Imunologi Nutrisi Tufts University Simin Meydani, DVM, Ph.D.

Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa pembatasan kalori dapat bekerja pada orang dengan berat badan normal juga. “Cobalah untuk mempertahankan berat badan Anda pada kisaran yang dianggap ideal,” kata Meydani, karena makan lebih dari apa yang Anda butuhkan menyeret penurunan sistem kekebalan tubuh.

READ:  Tips Menjaga Anak Agar Terhindar Dari Flu

Dan ingat, ketika Anda memotong kuantitas diet, perhatikan juga kualitas diet Anda. Makanlah  lebih banyak buah dan sayuran, dan pilih sumber protein yang ramping (rendah lemak dan kolesterol jahat) seperti ikan, ayam dan susu rendah lemak.

***

Demikian tiga nutrisi yang dapat membantu meningkatkan imunitas di musim penghujan. Semoga aktivitas Anda tetap lancar sebagaimana biasanya.

(foto: franklypenn.com)