Bagaimana Memilih Makanan Tepat Saat Hamil

Loading...

memilih makanan saat hamilNutrisi yang baik selama kehamilan sangat penting bagi perkembangan janin. Jika Anda adalah ibu hamil (bumil), Anda perlu memberikan perhatian ekstra pada apa yang Anda makan.

Kami berbagi informasi bagaimana cara memilih makanan yang tepat saan Anda sedang hamil.

1. Perhatikan takaran makanan Anda

Selama kehamilan, janin Anda mendapatkan makanan dari asupan gizi yang Anda makan. Ingatlah bahwa tidak perlu makan untuk dua orang.

Makanlah ketika Anda merasa lapar dan berhentilah jika merasa cukup kenyang. Makan tidak perlu berlebihan.

2. Berhati-hatilah dengan asupan vitamin A

Terlalu banyak vitaman A berbahaya bagi janin, karena dapat menyebabkan keracunan hati dan cacat lahir pada bayi.

Takaran vitamin A yang direkomendasikan adalah 3.300-8.000 IU/hari yang bisa diperoleh dari kombinasi makanan yang mengandung retinol dan karotenoid. Bila Anda mengonsumsi tablet vitamin A, bacalah kemasannya baik-baik.

Tablet vitamin A tidak dianjurkan karena Anda bisa mendapatkan vitamin A dari bahan-bahan alami atau organik, seperti telur, susu, ikan, buah, dan sayuran, misalnya wortel.

READ:  8 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

3. Konsumsi asupan vitamin B6, B12, C dan D

Ibu hamil memerlukan vitamin B6 untuk mengatasi rasa mual, terutama yang sering terasa pada pagi hari.  Vitamin B12 bermanfaat menjaga ibu hamil dari gangguang saraf, kekurangan sel darah merah, dan bayi lahir prematur.

Vitamin C dengan takaran 500-1000 mg/hari diperlukan untuk daya tahan tubuh dan menghindari bayi lahir prematur.  Vitamin D bermanfaat bagi perkembangan otak dan membangun sistem kekebalan janin di dalam kandungan.

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, misalnya ikan, minyak ikan dan susu, yang kaya kalsium. Pastikan Anda memperoleh 1000-1300 mg kalsium/hari.

Anda bisa juga mengkonsumsi vitamin D tablet untuk mencukupi suplemen vitamin D. Namun, ingatlah sumber vitamin terbaik berasal dari bahan-bahan organik, telur, daging dan terutama  buah dan sayur.

Jangan berlebihan dalam mengonsumsi vitamin D karena dapat menyebabkan kelainan ginjal pada bayi. Pastikan Anda mendapatkan sinar matahari saat pagi hari setidaknya selama 15 menit agar produksi vitamin D di dalam tubuh bisa terjaga.

4. Makanlah satu sumber asam folat setiap hari

Asam folat ini sangat penting bagi ibu hamil, bahkan sebelum hamil, seorang calon ibu sudah harus mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak asam folat.

READ:  10 Penggunaan Minyak Zaitun Untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Berbagai produk susu ibu hamil pasti mengandung asam folat saking pentingnya asupan nutrisi ini bagi ibu hamil. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan cacat bawaan lahir pada bayi.

Sebetulnya, asam folat ini bisa diperoleh dengan tidak harus dengan konsumsi susu. Sumber-sumber asam folat organik bisa diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, jeruk, stroberi dan pisang.

5. Jangan Lupakan kalsium

Ibu hamil memerlukan kalsium yang lebih banyak daripada sebelumnya. Jika wanita dalam kondisi normal memerlukan 1000 gram kalsium per hari, maka wanita hamil memerlukan 1500 gram kalsium per hari.

Kalsium paling dibutuhkan ketika usia kandungan masuk trimester kedua karena janin tumbuh pesat pada saat itu. Kalsium dibutuhkan untuk mengurangi kram pada ibu hamil, memperkuat tulang ibu hamil, dan menyempurnakan perkembangan janin.

Jika janin kekurangan kalsium, beresiko bayi yang kelak dilahirkan terkena rakitis dan pertumbuhan tubuh yang lambat.

Kalsium tidak hanya bisa diperoleh dari susu olahan, tapi Anda juga bisa mendapatkan kalsium dari asupan organik seperti telur ayam kampung.

READ:  5 Manfaat Mengkonsumsi Sup Ayam Bagi Kesehatan

Dianjurkan untuk mengkonsumsi dua telur ayam kampung setiap hari. Selain sebagai sumber kalsium, telur juga bermanfaat sebagai sumber energi, khususnya bagi ibu hamil yang menderita tekanan darah rendah.

(foto: topnews.in)