Dampak dan Gejala Dari Kurang Tidur

Loading...

dampak kurang tidurKetika Anda melakukan berbagai aktivitas baik itu pekerjaan atau hobi maka waktu istirahat Anda akan berkurang sehingga secara tidak langsung waktu tidur pun akan berkurang.

Anda mungkin berpikir untuk apa menghabiskan begitu banyak waktu untuk tidur di saat orang lain menikmati waktu mereka dengan bekerja atau melakukan hobi mereka.

Ada begitu banyak hal yang tampaknya lebih menarik atau penting daripada harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk tidur.

Tetapi tahukah Anda,  kualitas tidur dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda, termasuk mental, produktivitas, keseimbangan emosi, kreativitas, vitalitas fisik, dan berat badan. Kurangnya waktu tidur bakan dapat membuat Anda stres.

Berikut beberapa informasi yang dapat kami bagikan seputar seberapa pentingnya waktu tidur untuk Anda.

Tidur

Tidur dapat diartikan sebagai kegiatan pengistirahatan anggota tubuh dari segala aktivitas yang dapat mengatur ulang kondisi Anda dan membuat Anda merasa lebih segar.

Tidur pada waktu yang tidak tepat dapat membuat fungsi kerja otak dan tubuh menurun. Saat Anda beristirahat, tubuh dan otak Anda akan tetap merespon seluruh kegiatan biologis sehingga membuat  tubuh Anda dalam kondisi yang fit untuk menjalani aktivitas keesokan harinya.

READ:  Masalah Tidur Terkait dengan Kanker Prostat?

Saat Anda tertidur, energi dan efisiensi akan naik. Bahkan, Anda akan merasa olah raga tidak diperlukan hanya dengan tidur yang cukup akan membuat Anda merasa lebih baik.

Karena itulah,  tubuh dan otak yang  tidak memiliki waktu cukup untuk tidur ataupun beristirahat akan membuat Anda tidak bisa bekerja, belajar, melakukan sesuatu, bahkan  berkomunikasi.

Mitos dan Fakta Tentang Tidur

  • Mitos 1

Tidur yang tidak lebih dari 1 jam setiap harinya pada malam hari tidak akan mempengaruhi aktivitas Anda pada siang hari.

Anda mungkin tidak akan merasa mengantuk di siang hari, tetapi akan kehilangan kemampuan Anda untuk berpikir dengan benar dan merespon dengan cepat.

Hal ini juga mengganggu kesehatan jantung, keseimbangan energi, dan kemampuan untuk melawan infeksi.

  • Mitos 2

Tubuh Anda akan menyesuaikan dengan cepat jika jadwal tidur Anda berbeda. Kebanyakan orang bisa mengatur ulang jam tidur mereka, tetapi hanya karena beberapa alasan dan akan berubah lagi keesokan harinya.

  • Mitos 3

Tidur pada malam hari dengan waktu yang cukup dapat menyembuhkan Anda dari masalah seperti kelelahan yang berlebihan di siang hari.

READ:  Tips Mengatasi Penyakit Maag

Tetapi kualitas tidur sangat penting karena itu Anda harus tetap konsisten terhadap jadwal tidur Anda dan menghindar dari hal yang dapat membuat Anda terbangun pada malam hari.

Beberapa orang tidur delapan atau sembilan jam pada malam hari, tetapi tetap saja merasa waktu yang mereka gunakan saat tidur pada malam hari tidak optimal dan akan tetap merasa lelah pada siang hari. Ini diakibatkan kualitas tidur tidak optimal.

  • Mitos 4

Anda dapat mengganti waktu tidur Anda pada akhir pekan. Meskipun pola tidur Anda sedikit berganti, setidaknya dapat membuat Anda merasa nikmatnya tidur dari hari sebelumnya.

Tanda dan Gejala Kurang Tidur

Jika Anda memiliki waktu kurang dari delapan jam tidur setiap malamnya, maka dapat dikategorikan sebagai kurang tidur. Sebagian besar tanda-tanda kurang tidur akan ditandai dengan menguap.

Tetapi kebanyakan orang beranggapan menguap hanya menjadi salah satu tanda kebosanan atau kurangnya oksigen yang masuk ke otak.

Efek Dari Kurang Tidur

Walaupun kurang tidur tidak terlalu dianggap sebagai masalah besar, kurang tidur juga dapat berpengaruh negatif yaitu akan mempengaruhi penilaian, koordinasi, dan waktu reaksi. Bahkan, kurang tidur dapat mempengaruhi Anda seperti mabuk.

READ:  Epilepsi dan Diet Ketogenik

Efek dari kurang tidur meliputi:

  • Kelelahan, lesu, dan kurangnya motivasi
  • Murung dan mudah tersinggung
  • Mengurangi kreativitas dan keterampilan dalam memecahkan masalah
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres
  • Mengurangi imunitas seperti sering pilek dan infeksi
  • Masalah konsentrasi dan masalah memori
  • Peningkatan berat badan
  • Keterampilan motorik dan peningkatan risiko kecelakaan
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya

(foto: drozfans.com)