Cara Mengatasi dan Mencegah Penyakit Herpes

Loading...

Cara Mengatasi dan Mencegah Penyakit HerpesPenyakit herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV).

Penyakit ini menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit, umumnya menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin.

Hingga saat ini, penyakit ini masih belum dapat disembuhkan, tetapi dapat diperpendek masa kambuhnya.

Penyakit herpes dikenal masyarakat dengan nama penyakit cacar yang ditandai dengan adanya radang kulit dengan tanda-tanda gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok pada permukaan kulit.

Penyakit herpes ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Herpes genitalis
  2. Herpes zoster

Herpes genitalis terjadi karena infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian vagina, penis, pintu dubur(anus), pantat dan pangkal paha serta selangkangan. Penyebabnya adalah virus herpes simplex (VHS).

Sedangkan herpes zoster adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.

Gejala dan Penularan Penyakit Herpes

Untuk orang awam seperti kita, sangat penting untuk mengetahui gejala dan penularan penyakit herpes ini.

Secara umum tanda maupun gejala penyakit herpes ini adalah berupa demam, menggigil, sesak napas, nyeri persendian, ada bintik merah pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair

Disamping itu ada kalanya serangan herpes disertai dengan sakit perut. Penularan penyakit herpes bisa saja melalui bersin, batuk, pakaian yang terkena gelembung yang pecah (cairan yang kena pakaian). Pada penyakit herpes genitalis, penularan terjadi melalui hubungan seksual.

Disamping dua jenis herpes diatas, ada juga jenis lain yaitu infeksi herpes simpleks yang ditandai dengan episode berulang dari lepuhan-lepuhan kecil di kulit atau selaput lendir, yang berisi cairan dan terasa nyeri.

Herpes simpleks menyebabkan timbulnya erupsi pada kulit atau selaput lendir. Erupsi ini akan menghilang meskipun virusnya tetap ada dalam keadaan tidak aktif di dalam ganglia (badan sel saraf), yang mempersarafi rasa pada daerah yang terinfeksi.

Secara periodik, virus ini akan kembali aktif dan mulai berkembang biak, seringkali  menyebabkan erupsi kulit berupa lepuhan pada lokasi yang sama dengan infeksi sebelumnya.

Virus juga bisa ditemukan di dalam kulit tanpa menyebabkan lepuhan yang nyata, dalam keadaan ini virus merupakan sumber infeksi bagi orang lain.

Timbulnya erupsi pada serangan herpes bisa dipicu oleh hal-hal sebagai berikut :

  • Paparan cahaya matahari
  • Demam
  • Stres fisik atau emosional
  • Penekanan sistem kekebalan
  • Obat-obatan atau makanan tertentu.

Herpes dapat juga menyerang bayi dan anak kecil. Infeksi herpes yang pertama pada bayi atau anak kecil bisa menyebabkan luka yang terasa nyeri dan peradangan pada mulut dan gusi (ginggivostomatitis) atau peradangan vulva dan vagina yang terasa nyeri (vulvovaginitis).

Keadaan ini menyebabkan anak menjadi rewel, nafsu makannya menurun dan demam. Pada bayi dan anak yang lebih besar, infeksi bisa menyebar melalui darah ke organ dalam (termasuk otak).

Seorang ibu hamil yang menderita infeksi HSV-2 bisa menularkan infeksi kepada janinnya, terutama jika infeksi terjadi pada usia 6-9 bulan kehamilan.

Jika bayi atau dewasa yang menderita eksim atopik terinfeksi oleh virus herpes simpleks, maka bisa terjadi eksim herpetikum, yang bisa berakibat fatal.

Karena itu penderita eksim atopik sebaiknya tidak berhubungan dengan penderita infeksi herpes yang aktif.

Cara Mengatasi Penyakit Herpes

Yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan agar tidak pecah supaya tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman yang lain, yaitu dengan cara  pemberian bedak talk yang membantu melicinkan kulit.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit herpes ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol.

Selain itu, penderita herpes umumnya diberikan Acyclovir tablet sebagai obat antiviral yang bertujuan untuk mengurangi demam dan nyeri.

Untuk penanganan yang lebih serius adalah dengan pengobatan terapi infus Acyclovir, harus dilakukan dibawah pengawasan seorang dokter.

Cara Mencegah Penyakit Herpes

Untuk  pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin Varisella zoster.

Untuk sebagian besar penderita, satu-satunya pengobatan herpes labialis adalah menjaga kebersihan daerah yang terinfeksi dengan mencucinya dengan sabun dan air. Lalu daerah tersebut dikeringkan. Jika dibiarkan lembab maka akan memperburuk peradangan, memperlambat penyembuhan dan mempermudah terjadinya infeksi bakteri.

Untuk mencegah atau mengobati suatu infeksi bakteri, bisa diberikan salep antibiotik (misalnya Neomisin-Basitrasin). Jika infeksi bakteri semakin hebat atau menyebabkan gejala tambahan, bisa diberikan antibiotik per-oral atau suntikan.

Krim anti-virus (misalnya Idoksuridin, Trifluridin dan Asiklovir) kadang dioleskan langsung pada lepuhan. Asiklovir atau vidarabin per-oral bisa digunakan untuk infeksi herpes yang berat dan meluas.

Kadang asiklovir perlu dikonsumsi setiap hari untuk menekan timbulnya kembali erupsi kulit, terutama jika mengenai daerah kelamin. Untuk keratitis herpes simpleks atau herpes genitalis diperlukan pengobatan khusus.

Pencegahan sedini mungkin untuk jenis penyakit kulit seperti ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan pakaian terutama handuk dan pakaian dalam, mencucinya harus benar-benar bersih, sekali waktu rendam pakaian dalam air hangat untuk membunuh kuman-kuman penyebab sakit kulit.

Hal ini juga sedini mungkin ditanamkan pada putra-putri kita bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan.

READ:  Mengenal Edelweiss si Bunga Abadi