Mengenal Pesona Keindahan Kota Guilin di China

Loading...

Dalam lukisan kaligrafi China, Anda akan sering melihat latar belakang bukit dan gunung.

Jika Anda pernah menonton Avatar, karya James Cameron, dalam adegan pertempuran di akhir film akan Anda menemukan skema bukit-bukit melayang. Ditambah lagi, di film animasi Kung Fu Panda, tak terhitung banyaknya bukit serupa yang didaki Po dan kawan-kawan.

Nah, agaknya bila pemandangan semua lukisan dan film tersebut terinspirasi pemandangan nyata, bisa jadi Guilin di China adalah tempatnya.

Dengan bukit dan berbagai batuan kapur berbentuk unik yang menjadi ciri khas Guilin, menjadikannya salah satu tempat terindah di dunia.

Namun tak hanya itu, dengan dialiri sungai berkelok, dikelilingi danau dan bukitan kapur menjadikan pemandangan di Guilin nyaris tak tertandingi.

Kami berbagi informasi wisata tentang pesona keindahan kota Guilin di China yang disarikan dari artikel “Guilin, Where Time Stood Still” (RA), yang dimuat di majalah Gatra Living Plus Edisi 7 Nov’09 – Jan’10

Pesona ribuan tahun

Guilin China

Nama Guilin berasal dari aroma yang dikeluarkan pohon osmanthus, dimana kota ini berada di ketinggian 140-160 meter di atas permukaan laut yang telah berpenghuni sejak masa dinasti Qin, hampir 2.000 tahun lampau.

READ:  Akupuntur, Manfaat dan Resikonya

Guilin telah ratusan tahun dikenal sebagai tujuan pariwisata, karenanya dapat ditemui di kota beberapa hotel yang nyaman. Namun tetap saja, daya tarik utama pariwisata dari kota ini adalah pemandangan alamnya yang nyaris tak pernah berubah selama ribuan tahun tersebut.

Dengan cuaca dan suhu yang cukup nyaman, meski sering diguyur hujan, namun di sinilah letak daya tariknya dimana saat-saat tersebut merupakan waktu dimana kabut tipis menyelimuti puncak-puncak bukit, sungai, dan kota Guilin yang mengiringi pemandangan yang terasa mistis.

Sungai-sungai berkelok

Guilin China

Agenda wajib saat mengunjungi kota ini adalah berlayar menyusuri sungai Li dari kota Guilin menuju kota tua Yangshuo.

Pada hari berudara segar dan berangin sepoi-sepoi, dapat menambah khidmat pelayaran selama 4-5 jam ini. Dimana akan ditemui banyak bukit batu, tebing curam, gua kapur, hingga beragam vegetasi yang memanjakan mata.

Setibanya di kota Yangshuo, pemandangan kota tua yang pernah menjadi ibukota propinsi 1.600 tahun lalu, siap menyambut. Selain merupakan kota kuno, Yangshuo terkenal akan hasil alamnya seperti jeruk, limau, delima, chestnut, kumquat, dan persimon.

READ:  11 Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Untuk Membunuh Waktu di Bandara

Keindahan sawah-sawah di perbukitan

Guilin China 2

Selain daya tarik alam pada perbukitan kapurnya yang terkenal, adalah Longji Terraced Field , terasering sawah yang teruntai dengan indah di atas hamparan perbukitan miring.

Lapis demi lapis sawah bagaikan untaian pita yang membelah perbukitan seluas sekitar 66 km persegi ini. Dan pemandangan keemasan akan mudah ditemui pada bulan September sebagai masa panen di perbukitan tersebut.

Tentu teramat merepotkan mengurusi sawah yang sedemikian, namun nyatanya terasering yang telah ada sejak zaman Dinasti Qin tersebut, tetap bertahan dengan silih bergantinya panen padi.

Istana dari alam

Istana alam guilin China

Lima kilometer dari pusat kota Guilin, terdapat sebuah gua yang bernama Reed Flute Cave, dengan keindahan stalaktit dan stalagmit. Gua ini dibuka untuk umum sejak tahun 1962 dan memiliki julukan ‘The Huge Art Palace of Nature’. Istana seni yang megah dari alam.

Sebuah bagian gua yang diberi nama ‘Crystal Palace of the Dragon King’  bahkan mampu menampung seribu orang.  Pada masa perang, tempat ini difungsikan sebagai tempat perlindungan dari serangan udara.

READ:  Menengok 5 Pantai Eksotis di Gunung Kidul

Keseharian kota kuno lainnya

Kota Kuno Daxu Town

Jika  tak berkesempatan berlayar menuju kota kuno Yangshuo, di dekat Guilin tepatnya sisi utara sungai Li, terdapat kota tua lainnya bernama Daxu Town. Di sana kehidupan lokal keseharian warga dapat disaksikan secara langsung.

Dibangun pada masa Dinasti Song, sisi jalan utama selebar 2 meter dengan panjang 2,3 km membelah kota ini yang dipenuhi jajaran rumah, toko, dan kios-kios kuno. Di masa lampau, kota ini adalah tempat kediaman para pebisnis.

(foto-foto: Cameron Wellock, _vasilis, Patty926, Dan, Tom Horton,www.jpics.info @flickr.com)