Efek Samping Terlalu Sering Minum Teh Oolong

Loading...

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Teh OolongMeskipun teh oolong memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun tetap saja segala sesuatu yang berlebihan bukannya akan memberikan manfaat tapi berefek buruk bagi kesehatan.

Terlalu banyak meminum teh oolong, lebih dari lima cangkir per hari, dapat menyebabkan efek samping karena kandungan kafein yang ada di dalam teh.

Efek samping teh oolong dapat berkisar mulai dari yang ringan sampai yang serius, seperti sakit kepala, gugup, masalah atau gangguan tidur, muntah, diare, iritasi, denyut jantung tidak teratur, tremor, mulas, pusing, telinga berdenging, kejang, dan kebingungan.

Teh oolong tidak disarankan untuk diminum bagi orang dengan berbagai macam kondisi di bawah ini:

1. Hamil dan menyusui

Jika Anda sedang hamil atau menyusui, teh oolong dalam jumlah kecil mungkin tidak berbahaya. Namun, jangan minum lebih dari 2 cangkir sehari. Satu cangkir teh mengandung sekitar 200 mg kafein.

Terlalu banyak kafein selama kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan membahayakan janin. Terlalu banyak kafein selama menyusui dapat menyebabkan iritabilitas dan meningkatkan gerakan usus pada bayi menyusui.

READ:  4 Perbedaan Yoghurt dan Kefir

2. Anak – anak

Anak – anak yang terlalu banyak mengkonsumsi teh oolong yang nyatanya mengandung kafein, bisa membuat mereka sulit untuk tidur yang nyenyak pada malam hari sehingga mereka beresiko kurang tidur atau turunnya kualitas tidur mereka.

3. Orang dengan gangguan kecemasan

Kafein dalam teh oolong bisa membuat gangguan kecemasan menjadi semakin parah.

4. Orang dengan ggangguan pendarahan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein bisa memperlambat pembekuan darah. Meskipun penelitian ini tidak dilakukan pada manusia, masih ada beberapa kekhawatiran bahwa kafein bisa membuat gangguan perdarahan yang parah pada manusia.

5. Orang dengan kondisi jantung yang tidak sehat

Kafein dalam teh oolong bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur pada beberapa orang (jantung berdebar atau berdetak lebih cepat).

6. Orang yang terkena diabetes

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam teh oolong dapat mempersulit kontrol gula darah. Ada juga beberapa penelitian menarik yang menunjukkan kafein dapat membuat tanda-tanda peringatan gula darah rendah pada orang dengan diabetes tipe 1 lebih terlihat.

READ:  Waspadai Efek Samping Penggunaan Gadget

Ini dapat meningkatkan kemampuan orang dengan diabetes untuk mendeteksi dan mengobati gula darah rendah. Ada baiknya Anda mendiskusikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi teh oolong.

7. Diare

Kafein dalam teh oolong bila dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat memperparah diare.

8. Irritable bowel syndrome (IBS)

Teh oolong mengandung kafein. Kafein dalam teh oolong, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat memperburuk gejala IBS.

9. Glaukoma

Kafein dalam teh oolong meningkatkan tekanan di dalam mata. Kenaikan terjadi dalam waktu 30 menit dan berlangsung selama setidaknya 90 menit.

10. Osteoporosis

Minum teh oolong dapat menggerus kalsium pada tulang dan keluar bersama urin. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang.

Jika Anda mengalami osteoporosis, jangan minum lebih dari 3 cangkir teh oolong per hari. Anda dapat mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium untuk mengganti kalsium yang hilang.

Jika Anda memiliki kondisi genetik yang merugikan cara tubuh memproses vitamin D, konsultasikan dengan ahli medis sebelum mengkonsumsi banyak kafein dari teh oolong.