Mengenal Fakta Nutrisi Pada Kismis

Loading...

manfaat nutrisi kismisSiapa yang suka kismis? Buah anggur yang dikeringkan ini ternyata memiliki banyak manfaat.

Mulai dari kesehatan gigi, ketahanan tubuh, keteraturan pencernaan, hingga penyerapan mineral.

Mari mengenal fakta nutrisi kismis lebih jauh, sebagaimana diulas dalam Livestrong.com:

1. Permen alami

Ketika anggur dikeringkan, baik menggunakan panas matahari ataupun pengeringan dengan oven, gula alami pada buah yang disebut fruktosa, begitu terkonsentrasi sehingga menghasilkan kismis yang mengandung lebih dari 70 persen fruktosa murni.

Hal tersebut menjadikan buah ini dijuluki “permen alami.”

Hanya saja, permen yang satu ini jauh lebih sehat daripada jeli atau permen olahan lainnya dikarenakan kismis penuh dengan nutrisi penting seperti zat besi, kalsium, protein dan vitamin C.

Gula buah dalam kismis lebih mudah dicerna daripada gula tebu atau sirup jagung tinggi fruktosa (High Fructose Corn Syrup – HFCS) yang biasa ditemukan pada permen, dan kismis tak akan mengacaukan kadar gula darah Anda sebagaimana yang dilakukan HFCS.

Dan meskipun manis dan lengket, kismis tak berkontribusi terhadap kerusakan gigi sebagai kebalikan dari permen biasa. Tak hanya itu, kismis juga mengandung phytonutrient  yang dikenal sebagai asam oleanolic, yang membantu meningkatkan kesehatan mulut dengan menghancurkan bakteri penyebab gigi berlubang.

READ:  Nintendinitis dan Penyakit Aneh Terkait Teknologi Lainnya

2. Meningkatkan asupan zat besi 

Besi merupakan nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi hemoglobin, yang mengangkut oksigen melalui darah ke semua sel dalam tubuh Anda.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan lunglai, memar-memar, dan tubuh yang rentan terhadap udara dingin, serta gejala serupa depresi seperti kesulitan berkonsentrasi, gampang marah dan kelelahan.

Daging merah, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau adalah sumber makanan zat besi yang baik, dan sumber besar lainnya adalah kismis. Satu cangkir kismis menyediakan sekitar 6 miligram zat besi – 17 persen dari kebutuhan harian Anda.

3. Sebuah kudapan berserat tinggi

Kismis, seperti semua buah-buahan yang dikeringkan, merupakan sumber serat. Sesendok makan kismis mengandung 1 gram serat. Kismis juga mengandung asam tartarat, yang bekerjasama dengan serat untuk mendorong kesehatan dan keteraturan sistem pencernaan.

Diet yang kaya makanan berserat tinggi seperti kismis dan buah kering lainnya, serta biji-bijian, buah-buahan segar, dan sayuran, dapat menurunkan risiko kanker kolon.

4. Boron untuk kesehatan tulang

Boron merupakan mineral yang tak banyak diperhatikan, namun penting untuk kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis.

READ:  Serat Makanan Dapat Membantu Menghambat Stroke

Boron sangat penting untuk penyerapan mineral lain, terutama kalsium, magnesium dan fosfor dan untuk menjaga mineral tersebut berada dalam level yang sehat di dalam tubuh.

Boron juga dapat mempengaruhi tingkat estrogen dan testosteron. Kismis adalah salah satu sumber makanan terbaik boron. Sumber-sumber lain boron termasuk kacang-kacangan dan sayuran hijau.

5. Memilih kismis

Varietas kismis yang paling umum tersedia adalah dari anggur Thompson tanpa biji, yang menghasilkan kismis coklat gelap atau ungu yang serbaguna, bagus untuk cookie panggang, topping semangkuk oatmeal atau langsung dicemil.

Kismis emas dibuat dari Muscat atau anggur sultan, yang secara alami lebih ringan dalam warna dan sangat manis, atau mereka dibuat dari buah anggur Thompson yang secara artifisial memanfaatkan sulfur untuk mempertahankan warna emasnya.

Apakah Anda membeli kismis gelap ataupun yang emas, pilihan sehat adalah kismis yang secara khusus diberi label “bebas sulfur” atau “organik”.

***

Sekarang, setelah mengetahui manfaat nutrisi pada kismis, bertambah lagi menu sehat yang bisa divariasikan. Anda yang punya kebiasaan ngemil punya pengganti yang lebih bergizi.

READ:  Manfaat Musik Klasik untuk Janin

Dan para ibu pun bisa dengan tenang membuatkan cookies untuk anak-anaknya, dengan menggunakan kismis sebagai alternatif yang sehat dari choco chips.

(foto: Mariam – flickr.com)