5 Trik Memahami Anak Remaja Putri

Loading...

keharmonisan ibu dan anakSebagai orang tua, Anda tentu sering merasa dikhawatirkan dengan perkembangan anak perempuan anda yang sudah mulai beranjak dewasa.

Padahal masa ini membutuhkan pengetahuan lebih untuk dapat masuk dan cocok menjadi teman sekaligus orang tua yang akan menjadi tempat berbagi bagi anak remaja putri anda.

Di usia ini anak anda mulai memasuki masa puber yang memang akan dialami anak seusia dia. Tentu hal ini membutuhkan perhatian khusus agar perkembangan jiwa dan mental si anak tetap tertata dan terjaga sebagaimana norma dan aturan agama yang Anda anut.

Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang keteteran dalam menghadapi dan memahami perilaku anak gadis remaja mereka di saat usia si anak sudah memasuki masa pubertas, sehingga ujung-ujungnya pergaulan yang salah dan pengontrolan yang tidak tepat akan berakibat fatal.

Untuk itu, ada beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan agar anak remaja putri Anda bisa merasa bahwa Anda adalah teman sekaligus tempat berbagi mereka, sehingga sebagai orangtua Anda merasa lebih mudah dalam memberi nasehat dan wejangan kepada si anak.

READ:  5 Tanda Pria Sedang Flirting Dengan Anda!

Berikut adalah 5 tips dan trik memahami anak remaja putri, simak ya.

1. Ingin dianggap dewasa

Pahami bahwa mereka ingin merasa dianggap sudah dewasa. Mereka sangat ingin cepat dewasa sehingga mereka sedikit terganggu dengan kekangan dan aturan berlebihan dari orang tuanya.

Untuk itu, pastikan anda berperan sebagai temannya dan anak putri anda akan menjadi lebih terbuka untuk berbicara, curhat dan menyampaikan uneg-uneg mereka. Nah di saat itulah anda bisa masuk mengingatkan dan mengarahkan kemana dan apa yang seharusnya mereka lakukan.

2. Penampilan

Pastikan anda memahami bahwa gadis remaja yang mulai puber akan sangat memperhatikan penampilannya, sehingga alangkah baiknya anda sebagai orang tua ikut andil untuk membantu anak anda dalam cara berpakaian yang tetap modis namun sesuai norma yang berlaku.

Jika anda bisa membawakan diri sebagai sahabat, mungkin putri anda bisa mengikuti saran dan pendapat anda, jangan pernah memaksakan cara berpakaian mereka.

3. Sosial Media

Anda harus paham bahwa sosial media sudah sangat menjamur saat ini, jadi jangan melarang anak anda untuk bergabung di sosial media tersebut. Biasanya, semakin dilarang mereka akan semakin penasaran untuk mencoba dan melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

READ:  Manfaat Kesehatan Ginseng Bagi Wanita

Anda hanya harus memberikan batasan dan masukan sebaiknya bagaimana, sehingga anak perlahan mengerti dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan.

4. Pendekatan secara perlahan

Remaja putri cenderung tidak pernah cocok dengan ibu atau ayahnya. Namun jangan khawatir, sebagai orang tua Anda harus sabar dan tetap berusaha mendekatkan diri ke anak, tanpa mendesak dan menyudutkan mereka.

Yakinlah, perlahan tetapi pasti putri anda akan menganggap anda sebagai sahabat, bisa menjadi tempat berbagi, tempat curhat, tempat minta pendapat dan tempat mengadu. Dengan posisi inilah anda disebut sebagai pemenang, karena kontrol anak sepenuhnya sudah bisa anda dapatkan.

Namun ingat, jangan memaksa, mengekang dan mengontrol anak secara berlebihan, karena ini akan menjadi bumerang bagi anda dan anak anda akan beresiko menjadi anak yang membangkang, justru inilah sumber utama kenakalan pada remaja putri anda.

5. Memberi kepercayaan

Mengenal cowok memang sudah kodrat anak perempuan. Mulai jatuh cinta dan mulai tertarik pada lawan jenis adalah hal yang wajar, jangan dilarang. Cukup diarahkan dan diajarkan bagaimana cara menjalin hubungan dengan lawan jenis yang baik, dalam batas yang sewajarnya dan tidak melanggar norma adat, agama dan masyarakat.

READ:  5 Kebiasaan untuk Hidup Lebih Lama

Jadi anak dari awal dilatih untuk diberi kepercayaan sehingga mereka merasa bertanggungjawab dengan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua mereka.

**

Memang gampang-gampang susah berhadapan dengan anak remaja, apalagi remaja putri yang semakin hari semakin kritis dan berani mengemukakan pendapat mereka. Di sinilah peran orangtua yang benar-benar bersikap peduli, mendampingi dan mengarahkan agar anak-anak kita tidak salah jalan nantinya.

(foto: perempuan.com)