Memahami Dissociative Disorder, Kehilangan Ingatan dan Identitas Diri

Loading...

Multiply Personality DisorderMungkin tidak banyak dari Anda yang pernah mendengar dan mengetahui apa itu dissociative disorder atau gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif adalah gangguan yang menyebabkan seseorang kehilangan ingatan secara sementara atau bahkan selamanya.

Gangguan ini juga dapat membuat seseorang melupakan atau kehilangan identitas lamanya dan membuat identitas baru.

Penyebab utama dari gangguan kejiwaan ini adalah trauma di masa lalu yang menyebabkan diri mereka kehilangan ingatan atau membuat identitas baru (bisa 1,2 atau bahkan lebih) dengan sifat, karakter dan pola pikir yang berbeda-beda.

1. Depersonalization/ Derealization Disorder

Gangguan kepribadian ini adalah suatu keadaan dimana seseorang merasakan seperti hidup di dalam mimpi, mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa apa yang mereka jalani sekarang adalah tidak nyata bahkan mereka merasa jiwa mereka telah keluar dari tubuh mereka dan dapat melihat tubuh mereka sendiri dari luar.

Pada tahap yang sangat parah mereka akan sulit membedakan mana dunia nyata dan mana yang mimpi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh stress akut dan trauma (melihat kematian, pembunuhan, kecelakaan). Penderita gangguan ini umumnya merasakan tubuh mereka berbeda, kehilangan eksistensi, berperilaku seperti robot dan menjalani hidup seperti di dalam film.

READ:  7 Efek Samping dari Teh Jahe

2.  Dissociative Amnesia

Disosiatif amnesia adalah suatu gangguan memori yang membuat seseorang kehilangan sebagian atau keseluruhan ingatan mereka. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengalaman traumatik seperti kebakaran, bencana alam atau kerusuhan.

Penderita gangguan ini akan mengalami lupa yang dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu: Localized Amnesia (misal: lupa apa yang ia lihat saat terjadi gempa bumi), Selective Amnesia (misal: lupa bagaimana ia bisa menyelamatkan diri dari rumah yang terbakar) dan Generalized Amnesia (misal: veteran yang ingat masa kanak-kanak hingga remaja tetapi lupa keseluruhan tentang kegiatan militer yang dijalaninya). Gangguan ini pun dikaitkan dengan cedera otak, pengunaan narkotika dan epilepsi.

3. Dissociative Fugue

Seorang penderita disosiatif fugue dapat mengalami hilang ingatan saat melakukan perjalanan jauh atau bertemu dengan lingkungan baru. Mereka lupa dengan memori lama mereka dan membuat memori baru di tempat yang baru. Misalnya saja seorang pria penderita gangguan fugue yang melakukan perjalanan dinas akhirnya jatuh cinta dan menikah dengan seorang wanita padahal ia lupa bahwa ia sudah memiliki isteri.