Anda Menggunakan Softlens? Perhatikan 5 Hal Penting ini!

Loading...

tips peggunaan lensa kontakTujuan awal softlens dibuat adalah untuk membantu mata yang terkena gangguan seperti rabun jauh, rabun dekat maupun silinder.

Softlens terbuat dari silikon atau hidrogel yang mengandung banyak partikel air yang berguna untuk menjaga mata dari kekeringan.

Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya popularitas softlens, kini tujuan orang menggunakan softlens bukan hanya sebagai alat bantu penglihatan melainkan juga sebagai trend fashion dan aksesoris.

Banyak kalangan yang menggunakan softlens untuk terlihat berbeda dan menarik. Dibalik nilai estetikanya, menggunakan softlens dengan tidak bijaksana beresiko mendatangkan banyak penyakit, mulai dari alergi, infeksi hingga menyebabkan kebutaan permanen.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda menggunakan softlens, antara lain:

1. Periksa Kondisi Mata Anda

Jangan asal membeli softlens! Periksakan dulu keadaan mata Anda ke dokter spesialis. Menggunakan softlens secara sembarangan beresiko merusak mata Anda.

Bisa saja Anda memiliki alergi pada beberapa kandungan yang terdapat pada softlens, tingkat minus/plus mata yang berbeda dari angka yang tertera pada softlens dan kondisi-kondisi lainnya yang perlu diperhatikan.

READ:  Plasenta Bayi Dapat Memprediksi Resiko Autisme

Berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan softlens mengurangi resiko terjadinya kerusakan pada mata yang lebih jauh.

2. Kualitas Softlens yang Anda gunakan

Jangan asal tergiur dengan softlens dengan harga murah. Bila dulu hanya beberapa orang saja yang menggunakan softlens karena harganya yang mahal, sekarang banyak sekali tersedia softlens murah dengan aneka pilihan menarik yang bisa menjebak Anda.

Bagaimana memilih softlens yang aman? Belilah softlens di optik terkemuka yang menawarkan pemeriksaan mata terlebih dulu untuk mengurangi resiko kesalahan penggunaan softlens.

Jika Anda merasa membeli softlens di optik belum mengurangi kekhawatiran Anda, maka berkonsultasilah pada dokter mata untuk mendapatkan masukan yang lebih ilmiah.

3. Perhatikan Kebersihan

Jika Anda menggunakan softlens, sebaiknya Anda tidak memelihara kuku. Mengapa? Hal ini disebabkan karena kuku yang panjang dapat menjadi sarang berkumpulnya kuman penyakit. Kuman penyakit yang terdapat pada kuku dapat berpindah saat Anda memasang softlens.

Sebelum memasang softlense, pastikan tangan Anda bersih dengan mencuci tangan Anda terlebih dahulu, menggunakan hand sanitizer gel atau tisu basah yang mengandung anti bakteri. Selain itu Anda harus selalu meletakkan kotak tempat menyimpan softlens pada tempat yang bersih dan pada suhu ruangan.

READ:  Lensa Kontak Dan Perawatan Mata

4. Batasi Waktu Pemakaian

Batas maksimal penggunaan softlens adalah 8 jam. Bila digunakan lebih dari 8 jam, akan muncul perasaan tidak nyaman seperti mata terbakar, gatal dan bahkan mata merah berkepanjangan. Lepas softlens Anda, cuci dan kemudian rendam dengan cairan khusus pencuci softlens.

Selain membatasi waktu pemakaian sehari-hari, Anda juga perlu memerhatikan masa kaduluarsa softlens Anda. Pada umumnya softlens dapat digunakan hingga 6 atau 12 bulan.

Tetapi bila Anda sudah merasa tidak nyaman dengan softlens yang Anda gunakan, segeralah mengganti softlens lama Anda dengan yang baru. Ingatlah bahwa faktor keamanan sangat penting untuk menjaga kesehatan mata Anda.

5. Lepas Softlens Sebelum Tidur dan Berenang

Jangan pernah membiarkan diri Anda tidur atau berenang dengan softlense yang masih terpasang pada mata Anda. Softlens yang telah Anda gunakan seharian akan menjadi sarang kuman dan virus yang dapat menjangkiti bola mata Anda.

Selain itu pada beberapa kasus, softlens yang digunakan saat tidur beresiko terjepit di celah bola mata dan tidak bisa dikeluarkan sehingga perlu bantuan medis.

READ:  Memahami Dissociative Disorder, Kehilangan Ingatan dan Identitas Diri

Selain saat tidur, softlens juga harus dilepas saat akan berenang. Mengapa? Berenang menggunakan softlens beresiko mengumpulkan jutaan parasit dari air yang kotor yang dapat menyebabkan infeksi hingga kebutaan permanen pada mata.

 (Image by © 81A Productions/Corbis)