Amphetamine, Apa dan Bagaimana Efeknya

Loading...

AmphetamineAmphetamine

Amphetamine adalah obat yang merangsang SSP (sistem saraf pusat) – merupakan obat psikostimulan – ketika digunakan secara berlebihan dapat adiktif secara psikologis dan fisik. Serta memberikan pemakai perasaan terjaga dan fokus, ia juga mengurangi nafsu makan. Nama amphetamine berasal dari nama kimia alpha-methylphenethylamine.

Contoh Amphetamine

– Adderall – diresepkan untuk mengobati ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder). Kadang-kadang digunakan untuk pengobatan resisten depresi dan obesitas eksogen.
– Dexedrine – diresepkan untuk mengobati ADHD.
– Dextrostat – diresepkan untuk ADHD. Juga dapat digunakan untuk mengobati narkolepsi.
– Desoxyn – diresepkan untuk ADHD. Juga dapat digunakan untuk mengobati obesitas eksogen.
– ProCentra – diresepkan untuk ADHD. Juga dapat digunakan untuk mengobati narkolepsi.
– Vyvanse – diresepkan untuk ADHD.
– Benzedrine – diresepkan untuk ADHD. Juga dapat digunakan untuk mengobati narkolepsi.

Apa Efek Dari Amphetamine?

Amphetamine merangsang sistem saraf pusat dan bagian simpatik dari sistem saraf perifer. Para ahli mengatakan bahwa amphetamine meningkatkan aktivitas sinaptik tiga neurotransmitter – dopamin, serotonin dan norepinefrin.

READ:  Dahsyatnya Khasiat Lemon bagi Kesehatan dan Kecantikan

Efek amphetamine mirip dengan kokain. Namun saat digunakan di bawah pengawasan dokter, ia dapat membantu untuk fokus dan merasa lebih terjaga. Ia juga mengurangi nafsu makan, yang dapat berguna dalam beberapa kasus obesitas.

Efek Jangka Pendek Amphetamine

Pemakaian amphetamine akan memberikan efek jangka pendek berupa:

– Denyut jantung meningkat
– Tekanan darah naik
– Penekan nafsu makan (Anda makan lebih sedikit)
– Memberikan perasaan senang (euforia)
– Membuat Anda merasa lebih memegang kendali, waspada, mampu berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih baik
– Mengurangi sensasi kelelahan
– Mungkin ada efek positif pada kepercayaan diri
– Pasien mungkin menjadi lebih suka bergaul

Efek Jangka Panjang Amphetamine

Akan tetapi, setelah pemakaian jangka panjang, dapat memberikan efek:

– Rasa superioritas dan kekuasaan yang dapat menjadi masalah
– Peningkatan kecemasan
– Individu mungkin menderita insomnia
– Gelisah meningkat
– Beberapa orang dapat mengembangkan psikosis paranoid (dosis kronis atau tinggi)
– Mungkin ada halusinasi
– Mungkin mengalami gemetaran
– Mungkin ada penurunan berat badan yang tidak diinginkan
– Perilaku individu dapat menjadi lebih agresif dan bahkan melakukan kekerasan

READ:  Metilon dan Bahayanya

Ini merupakan salah satu efek utama yang dapat menyebabkan seseorang menjadi kecanduan amphetamine, dan sangat umum di kalangan orang-orang yang sering pergi ke klub malam. Saat efek euforia awal amfetamin mulai menghilang, gejala penarikan dapat timbul. Gejala-gejala ini dapat termasuk kelelahan, depresi, serangan panik, atau perasaan marah dan gelisah.

Karena amphetamine dapat meningkatkan suasana hati seseorang dengan cepat, obat ini kadang-kadang diresepkan untuk orang-orang yang mengalami depresi atau down. Efek amphetamine yang dapat menaikkan mood begitu kuat sehingga ia dapat menciptakan delusi keagungan atau sikap yang luar biasa optimis terhadap kehidupan secara umum.

(photo: phentermine375.net)