Mengenal Terapi Tertawa

Loading...

tertawaTertawa, salah satu cara mengurangi stres

Kapan terakhir kali Anda tertawa sampai menangis? Anda mungkin tidak ingat, tapi tahu bahwa itu benar-benar konyol. Ini adalah manajemen stres yang sederhana dan murah, tidak ada pelatihan yang diperlukan.

Jadi, kenapa kita manusia harus menciptakan sebuah ‘terapi’ yang memungkinkan kita untuk tertawa terbahak-bahak? Karena kita telah membiarkan hidup menjadi begitu serius dan penuh stres, tidak ada lagi waktu untuk tertawa seperti dulu. Atau bahkan sedikit tertawa.

Simak terus untuk tahu lebih banyak tentang terapi tertawa, dikutip dari naturaltherapypages.com.au.

Untuk Apa Terapi Tertawa?

Seperti namanya, terapi tertawa merupakan tertawa untuk mendapatkan hasil tertentu, biasanya untuk membuat kita merasa lebih baik dalam beberapa cara. Sebagai permulaan, mengurangi rasa sakit, mengurangi tekanan darah dan mengurangi stres.

Pada tahun 1964, Norman Cousins mendokumentasikan kekuatan tawa dalam penyembuhan. Setelah didiagnosa dengan kondisi kronis yang menyakitkan, dan tidak bahagia dengan pengobatannya, ia mulai pengobatan sendiri, membaca dan menonton apa pun yang membuatnya tertawa. Itu berhasil, dan ia kembali sehat.

READ:  Cara Membuat Teh Sirsak

Dia kemudian menulis sebuah buku tentang pengalaman yang luar biasa yang ia sebut sebagai Anatomy of an Illness. Cousins menyebut tertawa sebagai ‘internal jogging‘, suatu latihan untuk menjaga kita dalam kondisi emosional. Kita menghabiskan banyak waktu mengkhawatirkan tentang bentuk fisik, dan terlalu sedikit pada apa yang sekarang sedang diakui sebagai komponen penting dari kesejahteraan kita.

Jenis-Jenis Terapi Tertawa

– Yoga tertawa. Tidak ada lelucon atau alat peraga, hanya membuat suara tawa sampai akhirnya hal ini menjadi lucu.

– Kelompok tertawa. Lelucon, alat peraga lucu dan video yang kita tertawakan.

– Dokter badut. Mengunjungi anak-anak di rumah sakit.

Hasil akhir dari semua itu adalah bahwa peserta banyak tertawa, tapi kadang-kadang satu jenis lebih menarik dari yang lain. Ketika tertawa itu spontan, dan sebagai respon terhadap sesuatu yang kita pikir lucu seperti lelucon, kita mendapatkan hasil yang lebih baik. Mengeluarkan lelucon tidak hanya meningkatkan hormon bahagia dan endorfin mengalir melalui tubuh kita, tetapi merupakan semacam angkat berat untuk otak.

READ:  7 Gejala Ringan yang Harus Diwaspadai

Tidak peduli bagaimana atau mengapa Anda tertawa karena pikiran merespon dengan cara yang sama, apakah tawa itu nyata atau palsu. Jadi, ketika Anda merasa stres mulai melanda, pergilah ke depan cermin dan tersenyum bodoh pada diri sendiri. Terus lakukan, dan akhirnya, Anda akan merasa lebih baik.

Jadi, tunggu apa lagi? Tertawalah!

(photo: guardian.co.uk )