Penyebab dan Gejala Ketoasidosis Diabetik

Loading...

Ketoasidosis DiabetikLemah, lelah dan bingung, adalah gejala Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi serius dari diabetes yang terjadi ketika tubuh Anda memproduksi tingkat asam darah yang tinggi yang disebut keton.

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Insulin biasanya memainkan peran kunci dalam membantu gula (glukosa) – sumber utama energi bagi otot dan jaringan lain – memasuki sel Anda.

Tanpa insulin yang cukup, tubuh Anda mulai memecah lemak sebagai bahan bakar alternatif. Proses ini menghasilkan penumpukan asam beracun dalam aliran darah yang disebut keton, akhirnya mengarah ke ketoasidosis diabetik jika tidak diobati.

Berikut penyebab dan gejalanya, sebagaimana dikutip dari mayoclinic.com.

Tanda-Tanda dan Gejala Ketoasidosis Diabetik

Tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik sering berkembang dengan cepat, kadang-kadang dalam waktu 24 jam. Untuk beberapa tanda-tanda dan gejala mungkin merupakan indikasi pertama dari diabetes.

Anda mungkin mendapatkan tanda dan gejala di bawah ini:

  • Haus berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Kelemahan atau kelelahan
  • Sesak napas
  • Kebingungan
READ:  Efek Samping dari Vaksin Meningitis  

Tanda-tanda ketoasidosis diabetik yang lebih spesifik yang dapat dideteksi melalui uji darah dan urin di rumah meliputi:

  • Tingkat gula darah tinggi (hyperglycemia)
  • Tingkat keton dalam urin tinggi

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Gula adalah sumber utama energi untuk sel-sel yang membentuk otot dan jaringan lain. Biasanya, gula memasuki sel-sel Anda dengan bantuan insulin.

Jika Anda tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh Anda, tubuh Anda tidak akan dapat menggunakan gula dengan baik untuk energi. Hal ini mendorong pelepasan hormon yang memecah lemak sebagai bahan bakar alternatif.

Pada gilirannya, proses ini menghasilkan asam beracun yang dikenal sebagai keton. Kelebihan keton menumpuk dalam darah dan akhirnya “tumpah” ke dalam urin.

(photo: justrec.com)